PKK XI KD. 3.5 KEBUTUHAN SUMBER DAYA USAHA

 

PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN XI

SMK MUHAMMADIYAH 2 NGAWI

KD 3.5 KEBUTUHAN SUMBER DAYA USAHA

KELAS : XI BDP

GURU :  HABIBAH, SE

 

 


3.5  Menganalisis sistem produksi atau layanan usaha

 

4.5  Merencanakan sistem produksi dan layanan usaha

 

 

TUJUAN PEMBELAJARAN

1.  Peserta didik dapat menjelaskan sistem produksi usaha

2.  Peserta didik dapat menjelaskan hubungan teori ekonomi dengan sistem produksi

3.  Peserta didik dapat menjelaskan produk usaha

4.  Peserta didik dapat menjelaskan hukum permintaan dan penawaran

5.  Peserta didik dapat menjelaskan sistem produksi menurut proses menghasilkan out put

6.  Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis aliran proses produksi

7.  Peserta didik dapat menerapkan strategi manufaktur dan manajemen produksi

8.  Peserta didik dapat menjelaskan manajemen jasa pelayanan usaha

 

MATERI AJAR

A.  SISTEM PRODUSKI USAHA

Produk merupakan sesuatu yang ditawarkan ke pasar, baik untuk dipakai, dimiliki, diperhatikan atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Produk dihasilkan dari ssitem produksi usaha yang dilaksanakan secara teratur melewati beberapa unit atau elemen – elemen yang saling berhubungan.

Produksi merupakan fungsi pokok dalam setiap organisasi, yang mencakup aktivitas yang bertanggung jawab untuk menciptakan nilai tambah produk yang merupakan output dari setiap organisasi industri.

Sistem produksi merupakan suatu rangkaian dari beberapa elemen yang saling berhubungan dan saling menunjang antara satu degan yang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dengan demikian, sistem produksi adalah suatu gabungan dari beebrapa unit atau elemen yang saling berhubungan dan saling menunjang untuk melaksanakan proses produksi dalam suatu perusahaan tertentu.

Beberapa elemen tersebut antara lain :

o    Produk perusahaan

o    Lokasi pabrik

o    Letak dari fasilitas produksi

o    Lingkungan kerja dari para karyawan

o    Standar produksi yang dipergunakan dalam perusahaan

Dalam sistem produksi modern terjadi suatu proses transformasi nilai tambah yang mengubah input menjadi output yang dapat dijual dengan harga kompetitif di pasar.

            Sistem produksi merupakan kumpulan dari subsistem yang saling berinteraksi dengan tujuan transformasi input produksi menjadi output produksi yang memiliki nilai lebih atau nilai jual. Input produksi dapat berupa bahan baku, mesin, tenaga kerja, modal dan informasi. Sedangkan out put produksi merupakan produk yang dihasilkan beserta hasil sampingannya seperti limbah, informasi dan lainnya.

            Sistem pendukung kegiatan produksi, antara lain :

a.       Perencanaan dan pengendalian produksi

b.      Pengendalian kualitas

c.       Penentuan standar operasi

d.      Penentuan fasilitas produksi

e.       Perawatan fasilitas produksi

f.       Penentuan harga pokok produksi

PERTEMUAN 26

Anak-anak, pertemuan 26 ini kita bahas tentang sistem produksi. Kalian sudah pernah praktik menjadi seorang wirausaha dengan membuat produk kreatif. Dengan praktik membuat produk tersebut, berarti kalian sudah menerapkan ilmu sistem produksi dimana terdapat input dan output produk.

Tolong materi di atas di baca dan dipahami, selanjutnya beri komentar untuk menambah nilai keaktifan di kolom komentar dengan menjelaskan,  menuurut pendapat kalian input produk itu apa ? dan output produk itu apa ? Baiklah selamat belajar ria, tatap semangat ya… Kalian semua Pemuda Harapan Orang Tua dan harapan Bangsa.

 

B.         HUBUNGAN TEORI EKONOMI DENGAN SISTEM PRODUKSI

Dalam suatu sistem industri, kegiatan produksi mencakup 3 (tiga) pertanyaan mendasar, yaitu apa yang diproduksi, bagaimana cara memproduksinya, dan untuk siapa barang yang diproduksi tersebut. Ketiga pertanyaan mendasar tersebut akan benar-benar menjadi masalah karena sumber daya untuk kegiatan produksi tersebut tersedia secara terbatas. Sumber daya tersebut tidak seperti udara yang kita hirup, tetapi tersedia secara terbatas sehingga kita perlu melakukan usaha pengehamatan. Inilah yang disebut dengan hukum kelangkaan dalam ilmu ekonomi.

            Usaha-usaha pengehematan itu dilakukan untuk semua input bagi kegiatan produksi, misalnya menghemat bahan baku, tenaga manusia, modal dan sebagainya. Hukum kelangkaan sumber daya ini terefleksikan dalam output (barang hasil) produksi. Suatu output yang bersifat unik dan langka biasanya mempunyai nilai lebih dimata konsumen. Sedangkan output yang bersifat umum akan bernilai lebih rendah. Fenomena ini dalam kegiatan produksi disebut dengan sistem produksi massal (produknya standar) dan sistem produksi pesanan (produknya khusus).

            Dalam ilmu ekonomi, sistem produksi massal berhubungan erat dengan konsep skala ekonomis, yaitu bila skala operasi kita tingkatkan dengan jalan menambah semua input pada saat yang sama dengan proporsi yang sama sebanyak dua kali, maka kita akan mempau menjalankan usaha secara lebih efektif dengan output yang diperoleh akan berjumlah lebih dari dua kali lipat. Gejala ini disebut dengan hasil yang meningkat terhadap skala. Keuntungan cara ini disebabkan karena unit input yang lebih banyak akan menanggung biaya tetap yang sama, waktu set-up mesin akan ditanggung oleh unit input yang lebih banyak, yang demikian juga aktivitas-aktivitas produksi lainnya, sehingga total biaya rata-rata per unit akan menjadi lebih murah.

            Gejala hasil yang mungkin meningkatkan terhadap skala ini sering kali dihubungkan dengan sitem produksi massal dengan ciri-ciri sebagai berikut :

a.       Penggunaan tenaga bukan manusia

b.      Penggunaan peralatan otomatis yang mampu mengatur sendiri

c.       Penggunaan komponen terstandardisasi dan tersubstitusi

d.      Pembagian proses produksi yang kompleks kedalam beberapa tingkat operasi yang sederhana.

e.       Spesialisasi fungsi dan pembagian divisi dan tenaga kerja

f.       Penyusunan desain, analisis, dan proses produksi terkomputerisasi.

Sistem produksi pesanan merupakan suatu sistem produksi yang membuat produk berdasarkan keinginan konsumen dalam jumlah yang sedikit. Karena pembuatan disesuaikan dengan keinginan konsumen, maka sistem tersebut harus dapat membuat bermacam-macam variasi produk sehingga dibutuhkan keterampilan pekerja yang tinggi. Keterampilan pekerja yang tinggi ditambah dengan jumlah produksi yang belum tentu berada pada skala ekonomis akan membuat konsumen bersedia membayar lebih tinggi. Kedua fenomena ini, yaitu karakteristik sistem produksi massal dan sistem produksi pesanan sebenarnya merupakan refleksi dari hukum permintaan dan penawaran.

PERTEMUAN 27

Anak-anak, pertemuan kali ini kita bahas tentang hubungan teori ekonomi dengan faktor produksi. Kewirausahaan merupakan bagian dari penerapan ilmu ekonomi dan di dalam kewirausahaan pasti ada proses produksi, jadi kita harus mengetahui hubungan ekonomi dengan faktor produksi sebagai tambahan ilmu dan wawasan kita sebagai orang ekonomi. Okeyyy selamat belajar ria, tolong materinya di baca dan dipahami, jika ada syang perlu ditanyakan silahkan hubungan bu Habibah. Jangan lupa tugas praktik PKK 1 dan 2 segera dikumpulkan satu minggu sebelum ujian semester karena merupakan syarat untuk mengikuti ujian semester maple PKK.

C.   PRODUK USAHA

       Menurut William J. Stanton menjelaskan bahwa produk adalah sekumpulan atribut yang nyata (tangible) dan tidak nyata ( intangible) dimana didalamnya sudah tercakup nama, harga, kemasan, prestise pabrik, prestise pengecer, dan pelayanan dari pabrim dan pengecer yang mungkin dapat diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginannya.

       Menurut Philip Kotler, produk adalah setiap apa saja yang dapat ditawarkan di pasar untuk mendapatkan perhatian, permintaan pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan.

       Menganalisis produk yang akan dijual merupakan hal yang sangat penting karena dapat mengetahui kekurangan dari produk tersebut. Beberapa faktor yang perlu dianalisis dalam pemilihan produk, antara lain :

       1. Kualitas produk

       2.  Ukuran

       3. Merk

       4. Bentuk atau model

       5.  Kemasan

       6.  Layanan

Dari faktor-faktor tersebut, produsen harus dapat menyediakan produk yang sesuai selera dan daya beli konsumen, karena jika tidak maka konsumen akan membatalkan pembelian.

Usaha Jasa dan Perniagaan memiliki produk yang berbeda.

a. Usaha Jasa

     Jasa adalah produk tidak nyata (intangible) tetapi dapat dirasakan sewaktu dikonsumsi. Jasa meliput segala bentuk hasil kegiatan produksi yang ditawarkan untuk konsumsi pihak lain. Jasa dapat berkaitan atau tidak berkaitan dengan produk fisik.

Berikut beberapa karakteristik jasa, antara lain :

1) Intangible, sifat jasa yang tidak tampak atau tidak bersifat fisik ( tetapi dapat berkaitan dengan produk fisik), sehingga tidak dapat dirasakan sebelum dibeli. Oleh karena itu, untuk memperoleh keyakinan dan jaminan kualitas jasa yang akan dibeli, konsumen memerlukan beberapa pedoman atau faktor fisik yang dapat dilihat.

2) Insparable, adalah sifat jasa yang tidak dapat dipisahkan antara proses produksi dan konsumsi sehingga interaksi anatra produsen dan konsumen sangat menentukan.

3) Variable, adalah sifat jasa yang mempunyai berbagai variasibentuk, kualitas, dan sejenisnya tergantung dai siapa, kapan dan dimana produk tersebut dihasilkan. Dalam pengendalian keragaman kualitaas jasa tersebut diperlukan tiga hal, yaitu pemilihan personal, standardisasi proses operasional dan pemanyauan kepuasan konsumen.

4) Perishable, adalah sifat jasa yang mudah rusak atau hilang karena ketidakmampuannya untuk disimpan. Jasa akan segera rusak apabila tidak segera dikonsumsi. Jadi jasa harus dikonsumsi atau dinikmati secara langsung pada saat melakukan pembelian. Misalnya jasa potong rambut, harus dinikmati pada saat konsumen melakukan keinginan untuk potong rambut, kursi bus yang tidak laku atau tidak ada penumpangnya tidak akan dapat dijual untuk perjalan bus berikutnya.

b.  Usaha Perniagaan (dagang)

     Usaha dagang merupakan bentuk usaha yang aktivitasnya menjual barang dagangan tanpa memproduksi.Barang dagangan adalah barang yang dibeli oleh perusahaan untuk dijual kembali.

Barang yang dijual dapat berupa bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi yang tujuan utamanya memperoleh keuntungan dari kegiatan tersebut. Keuntungan atau laba (profit) adalah selisih antara jumlah yang diterima perusahaan atas hasil penjualan barang dengan jumlah pengeluaran.

Secara garis besar, perusahaan dagang dibagi dua jenis, yaitu :

1) Perusahaan dagang berdasarkan produk yang diberdayakan.

     Perusahaan ini ada dua jenis, yaitu :

     a. Perusahaan barang produksi, merupakan perusahaan yang memperdagangkan produk berupa bahan baku (raw material) sebagai bahan dasar pembuatan produk atau alat-alat produksi untuk menghasilkan produk lain. Contoh, kayu gelondongan dan mesin bubut.

     b.  Perusahaan dagang barang jadi, merupakan perusahaan yang memperdagangkan produk akhir dari barang yang siap dikonsumsi. Contoh, pakaian, laptop dan lainnya.

2)  Perusahaan dagang berdasarkan konsumen yang terlibat

     Perusahaan ini ada dua jenis, yaitu :

     a.  Perusahaan dagang besar (wholesaler), merupakan perusahaan secara langsung membeli produk dari pabrik dalam jumlah besar dan dijual dalam volume yang besar pula. Contoh pedagang grosir

     b.  Perusahaan dagang perantara (middleman) merupakan perusahaan yang membeli dalam partai besar untuk dijual kembali ke pngecer dalam jumlah sedang. Contoh pedagang subgrosir.

PERTEMUAN 28

Anak-anak pertemuan kali ini kita bahas tentang PRODUK USAHA, tolong materinya dipelajari dan dipahami. Jika kalian suka bisnis, tolong diingat tentang faktor yang perlu dianalisis dalam pemilihan produk, yaitu :

       1. Kualitas produk

       2.  Ukuran

       3. Merk

       4. Bentuk atau model

       5.  Kemasan

       6.  Layanan

Jadi produk yang kalian pilih untuk dijadikan bisnis harus dianalisis terlebih dahulu, agar bisnis kita diterima oleh masayarakat dan berjalan lancar. Setelah membaca materi, tolong tulis dikolom komentar dari pertanyaan ini!

Kemarin kalian sudah praktik PKK , berarti sudah membuat produk yang kalian jadikan praktik bisnis. Tolong sebutkan produk kalian apa ? dan analisislah produk kalian sesuai dengan 6 faktor analisis pemilihan produk. Misalnya kulitas produk kalian bagaimana? Untuk layanan kalian jelaskan tentang rasa dan keunggulan produk yang kalian tawarkan ke konsumen.. Udah paham kan ???

Baiklah, selamat belajar anak-anak, Yakinlah bahwa setiap kata yang kalian baca in sya Allah jadi amal ibadah, jadi jangan malas untuk membaca dan menerapkan apa yang telah dibaca dalam kehidupan sehari-hari, karena sejatinya hidup di dunia hanya untuk beribadah. Tetap semangat, sukses untuk kalian semua …

D. HUKUM PERMINTAAN DAN PENAWARAN

     Permintaan dan penawaran saling mempengaruhi satu sama lain. Mereka memiliki hukum sendiri-sendiri. Kedua hukum inilah yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang buruk antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta atau kebalikannya.

       1)  Hukum Permintaan

            Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negative antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik, maka jumlah barang yang diminta sedikit. Apabila harga rendah, maka jumlah barang yang diminta meningkat.

            Bunyi Hukum Permintaan :

            “Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang tersedia diminta”.

            Misalnya, jika harga daging ayam naik maka permintaan terhadap daging ayam menurun, dan apabila harga daging ayam turun maka jumlah permintaan terhadap daging ayam meningkat.

       2) Hukum Penawaran

            Hukum ini menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

            Bunyi Hukum Penawaran :

            “Semakin tinggi harga, maka semakin banyak jumlah  barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga maka semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditawarkan”.

            Misalnya, jika harga beras naik maka para petani akan tertarik untuk menanam padi. Dengan harga beras yang tinggi, maka pendapatn petani akan meningkat sehingga mereka akan mampu berproduksi dengan lebih baik dengan menambah pupuk, tenaga kerja, dan peralatan. Pada kondisi demikian, maka padi akan lebih banyak yang dihasilkan dari luas areal sawah yang sama.

PERTEMUAN 29

Anak-anak, sekarang kita bahas materi hukum permintaan dan penawaran. Kalian tentunya pernah dengan tentan permintaan dan penawaran ya ….Ternya permintaan dan penawaran berpengaruh terhadap harga produk. Tolong dibaca dan dipahami materi di atas, sehingga kalian nantinya dapat memiliki wawasan berkaitan dengan permintaan (demand) dan supply (penawaran). Semoga bermanfaat 

E.  SISTEM PRODUKSI MENURUT PROSES MENGHASILKAN OUTPUT

       1.  Definisi Produksi

            Produksi merupakan cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu produk dengan mengoptimalkan sumber daya produksi (tenaga kerja, mesin bahan baku, uang) yang ada.

       2.  Jenis Proses Produksi

            Berdasarkan proses menghasilkan output, proses produksi ada dua jenis, yaitu :

            a.  Proses produksi kontinu (continuous process)

                        b.  Proses produksi terputus ( intermittent process/discrete system)

       3.  Perbedaan Proses Produksi Kontinu dan Terputus

            Perbedaan pokok anatar kedua proses produksi tersebut teerletak pada lamanya waktu set-up. Proses produksi kontinu tidak memerlukan set-up yang lama karena proses produksinya secara terus-menerus untuk jenis produk yang sama. Misalnya pabrik munyak goring. Sedangkan proses produksi terputus memerlukan total waktu set-up yang lebih lama karena proses ini memroduksi berbagai proses spesifikasi barang, dimana dengan adanya pergantian jenis barang yang diproduksi akan membutuhkan kegiatan set-up yang berbeda. Misalnya usaha bengkel sepeda motor.

         Penjelasan 1

            Anak-anak, sebuah usaha dalam hal ini bisnis dibidang industri, tentunya memerlukan proses produksi. Ingat bisnis industri itu ciri khasnya ada perubahan sifat, misalnya beras di proses berubah jadi tepung, tepung diproses berubah jadi roti dan lainnya.

            Jenis Proses produksi ada 2, yaitu kontinu (terus-menerus) dan terputus. Tolong materi di atas di baca, setelah itu kemudian kerjakan tugas 1, yaitu jelaskan tentang proses produksi minyak goreng (produksi kontinu), dan bengkel sepeda motor (proses produksi terputus). Kerjakan dibuku tulis, kemudian difoto kirim dikirim ke bu Habibah hari ini, paling lambat Jam 16.00 wib. Terimakasih. Tetapa semangat dan tetap menjaga kesehatan. Okeyyy. Sukses selalu untuk kalian semua. 

F.  Strategi,  Manufaktur dan Manajemen Produksi\

            Secara umum, manajemen bisnis global (internasional) meliputi dua hal, yaitu kegiatan produksi dan manajemen bahan baku. Tujuan manajemen bisnis tersebut untuk menekan biaya penciptaan nilai dan untuk melayani kebutuhan konsumen dengan baik (nilai tambah).

            Produksi didefinisikan kegiatan mengubah barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sehingga dapat menambah nilai guna barang tersebut. Manajemen bahan baku adalah kegiatan mengatur (planning, organizing, actuating, controlling) penyebaran material fisik melalui rantai nilai. Mulai dari usaha mendapatkan material tersebut melalui produksi sampai pendistribusiannya.

            Fungsi manajemen bahan baku bagi pihak internal (perusahaan) adalah biaya produksi yang lebih rendah dan peningkatan kualitas produk secara simultan melalui peniadaan produk rusak atau cacat baik dari rantai suplai dan proses pabrikasi.

            Pengembangan kontrol kualitas dapat mengurangi biaya penciptaan nilai melalui tiga cara, yaitu :

       1)  Memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien dan memproduksi barang sehingga tidak terdapat produk yang kurang berkualitas dan dapat dijual.

       2)  Meningkatkan kualitas produk dengan menekan biaya pekerjaan ulang (rework) dan biaya tambahan (scrap costs)

       3)  Meminimalkan biaya jaminan dan biaya pekerjaan ulang untuk mendapatkan kualitas produk yang lebih baik.

            Teknik manajemen utama yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk adalah Total Quality Time (TQM). Fokus inti TQM adalah pada kebutuhan untuk mengembangkan kualitas produk dan jasa perusahaan. Menurut Fandy Tjiptono, definisi TQM adalah suatu pendekatan dalam menjalankan bisnis yang berupaya untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan teru-menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya.

            Unsur-unsur TQM sebagai berikut :

       1)  Fokus pada pelanggan

       2)  Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas

       3)  Penggunaan pendekatan alamiah

       4)  memiliki komitmen jangka panjang

       5)  Pembentukan tim kerja

       6)  Penyempurnaan kualitas secara berkesinambungan

       7)  Pendidikan dan pelatihan

       8)  kebebasan yang terkendali.

G.  Faktor Produksi

       Adapun faktor-faktor produksi sebagai berikut :

       a.  Faktor sumber daya alam (physical resource)

       b.  Faktor sumber daya manusia (human resouce)

       c.  Faktor modal

       d.  Faktor kewirausahaan

       e.  Faktor sumber daya informasi

       Pertemuan 3 :

       Anak-anak pertemuan kali ini kita membahas materi Strategi manufaktur dan Manajemen produksi serta Faktor produksi. Tolong materi di atas di pelajari. Untuk mempermudah dalam pemahaman, dapat kalian kaitkan dengan proses produksi pada saat kalian praktik KWU semester ganjil kemarin.

       Pada saat kalian praktik, tentunya melaksanakan proses produksi kan ? Misalnya  Membuat snack atau cemilan pasti melalui proses produksi, begitupun yang membuat minuman. Jadi materi ini bisa diterapkan dalam dunia usaha.

       Setelah membaca materi, tolong berikan kesimpulan dari materi diatas, tulis di kolom komentar sebagai bukti bahwa keaktifan kalian dan sebagai bukti bahwa kalian telah mempelajari materi pertemuan hari ini. Jika ada yang mau ditanyakan bisa hubungi ibuk ya. Terimakasih, tetap semangat tetap menjaga kesehatan. Okeyy.

H.   Manajemen Jasa Pelayanan Usaha

       1). Defnisi pelayanan jasa

            a. Dalam kamus ekonomi Winardi menyatakan bahwa pelayanan adalah bentuk pemberian layanan yang diberikan oleh produsen baik terhadap barang yang diproduksi maupun jasa yang ditawarkan.

            b.  Menurut Kotler (1994), pelayanan adalah pemberian jasa kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhannya. Jasa didefinsikan sebagai kegiatan atau manfaat yang dapat diberikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya yang pada adsarnya tida berwujud.

       2)  Kualitas Pelayanan

            Menurut Hary (Tjiptono, 2000: 90) kualitas pelayanan merupakan suatu proses atau aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang dapat dirasakan sebara langsung hasilnya, yang pada akhirnya memenyhi harapan pelanggan.

            Melalui penelitian yang dilakukan Parasuraman, Zuithaml dan Bary (Tjiptono, 2000: 72) terdapat lima faktor utama yang menentukan kualitas / karakteristik pelayanan jasa antara lain :

            a.  Wujud atau bukti langsung (tangibility)

            b.  Keandalan (reliability)

            c.  daya tanggap ( responsiveness)

            d.  Keyakinan atau Jaminan (assurance)

            e.  Empaty (empathy)

       3)  Macam-macam Jasa

            Jenis klasifikasi Usaha jasa sebagai berikut :

            a.  Usaha rumah tangga, misalnya perawatan kebun, bersih-bersih rumah dan lainnya.

            b.  Perumahan, misalnya sewa kamar hotel (penginanpan), apartemen dan lainnya.

            c.  Hiburan atau rekreasi

            d.  Perawatan pribadi

            e.  Kesehatan

            f.  Bisnis

            g.  Kmunikasi

            h.  Transportasi

            i.  Jasa keungan

            j.  Pendidikan

Pertemuan 4

Anak-anak tolong materi tentang jasa di atas dipelajari ya, jika ada yang kurang paham silahkan hubungi ibu. Terimakasih  

Komentar

  1. Nama: Annisa kusuma dewi
    Kelas: XIBDP2
    No.Absen: 05


    Input dapat berupa terdiri dari barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang di hasilkan dari suatu proses produksi

    BalasHapus
  2. Nama :Nur Hanifah
    No.abs :18
    Kelas :XI BDP 1

    PERTEMUAN 26
    Output dari sebuah produksi adalah barang dan jasa, sementara input dalamsebuah produksi adalah faktor-faktor produksi, seperti bahan baku, tenaga kerja dan juga modal, Jika jumlah input terlalu banyak dan output lebih sedikit dari pada input, maka perusahaan tersebut dapat dipastikan merugi.

    BalasHapus
  3. Nama:Nila safitri
    Kelas:XI BDP 2
    NO.absen:16

    Pertemuan 26
    Input dapat berupa bahan bahan Baku mesin,tenaga kerja sedangkan ouput dapat berupa barang Dan jasa yang di hasilkan dari proses produksinya

    BalasHapus
  4. Nama:Ridatul latifah
    Kelas:XI BDP2
    NO. :20

    input dpat berupa bahan baku, mesin, tenaga kerja sedangkan output barang dan jasa yang dihasilkan dari sebuah proses produksi

    BalasHapus

  5. nama: Iroh Harsiti
    kelas:XI BDP 1
    no: 13
    input sesuatu yang dibuat atau membuat untuk dijual
    output sesuatu untuk menjual tanpa membuat barang terlebih dahulu

    BalasHapus
  6. Nama:LILIK SUSANTI
    Kelas:XI bdp 2
    No. Abs:13

    Pertemuan 26
    Input dapat berupa bahan bahan Baku mesin,tenaga kerja sedangkan ouput dapat berupa barang Dan jasa yang di hasilkan dari proses produksinya

    BalasHapus
  7. Nama: Eva triastuti
    Klas: xi bdp 2
    No.absen: 10

    Pertemuan ke-26
    Pertemuan 26
    Input dapat berupa bahan bahan Baku mesin,tenaga kerja sedangkan ouput dapat berupa barang Dan jasa yang di hasilkan dari proses produksinya

    BalasHapus
  8. Nama: Yusuf baktiar
    Klas:xI BDP 2
    No.abn:24
    Pertemuan ke 26
    Input dapat berupa bahan bahan Baku mesin,tenaga kerja sedangkan ouput dapat berupa barang Dan jasa yang di hasilkan dari proses produksinya

    BalasHapus


  9. Nama: jeins miftahul jannah
    Kls: 11 bdp1
    Absen:14
    Pertemuan 26
    Output dari sebuah produksi adalah barang dan jasa, sementara input dalam sebuah produksi adalah faktor-faktor produksi, seperti bahan baku, tenaga kerja dan juga modal, Jika jumlah input terlalu banyak dan output lebih sedikit dari pada input, maka perusahaan tersebut dapat dipastikan merugi

    BalasHapus
  10. Nama:Sifa khorina Fadillah
    Kls: XBDP1
    Output dari sebuah produksi adalah barang dan jasa, sementara input dalamsebuah produksi adalah faktor-faktor produksi, seperti bahan baku, tenaga kerja dan juga modal, Jika jumlah input terlalu banyak dan output lebih sedikit dari pada input,

    BalasHapus
  11. Nama. : Adelia Putri Anggrayani
    No. : 01
    Kelas : XI BDP 2

    F. ) Strategi, Manufaktur dan Manajemen Produksi.
    • Manajemen bahan baku adalah kegiatan mengatur (planning, organizing, actuating, controlling) penyebaran material fisik melalui rantai nilai.
    • Menurut Fandy Tjiptono, definisi TQM adalah suatu pendekatan dalam menjalankan bisnis yang berupaya untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan teru-menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya.

    •Unsur-unsur TQM sebagai berikut .
    1) Fokus pada pelanggan
    2) Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas
    3) Penggunaan pendekatan alamiah dll.

    G. Faktor Produksi
    Adapun faktor-faktor produksi sebagai berikut :
    a. Faktor sumber daya alam (physical resource)
    b. Faktor sumber daya manusia (human resouce)
    c. Faktor modal
    d. Faktor kewirausahaan.
    e. Faktor sumber daya informasi.

    BalasHapus
  12. Nama: PITRIANI
    Kls: XI BDP I
    No. Abs: 19

    F.)Fungsi manajemen bahan baku bagi pihak internal (perusahaan) adalah biaya produksi yang lebih rendah dan peningkatan kualitas produk secara simultan melalui peniadaan produk rusak atau cacat baik dari rantai suplai dan proses pabrikasi.
    1) Memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien dan memproduksi barang sehingga tidak terdapat produk yang kurang berkualitas dan dapat dijual.

    2) Meningkatkan kualitas produk dengan menekan biaya pekerjaan ulang (rework) dan biaya tambahan (scrap costs)

    3) Meminimalkan biaya jaminan dan biaya pekerjaan ulang untuk mendapatkan kualitas produk yang lebih baik.
    Unsur-unsur TQM sebagai berikut :

    1) Fokus pada pelanggan

    2) Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas

    3) Penggunaan pendekatan alamiah

    4) memiliki komitmen jangka panjang

    5) Pembentukan tim kerja

    6) Penyempurnaan kualitas secara berkesinambungan

    7) Pendidikan dan pelatihan

    8) kebebasan yang terkendali.

    G.) Adapun faktor-faktor produksi sebagai berikut :

    a. Faktor sumber daya alam (physical resource)

    b. Faktor sumber daya manusia (human resouce)

    c. Faktor modal

    d. Faktor kewirausahaan

    e. Faktor sumber daya informasi

    BalasHapus
  13. Nama : Nur Hanifah
    No.abs : 18
    Kelas : XI BDP 1

    -Strategi, Manufaktur dan Manajemen Produksi :
    Secara umum, manajemen bisnis global (internasional) meliputi dua hal, yaitu kegiatan produksi dan manajemen bahan baku. Tujuan manajemen bisnis tersebut untuk menekan biaya penciptaan nilai dan untuk melayani kebutuhan konsumen dengan baik (nilai tambah).Produksi didefinisikan kegiatan mengubah barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sehingga dapat menambah nilai guna barang tersebut. Manajemen bahan baku adalah kegiatan mengatur (planning, organizing, actuating, controlling) penyebaran material fisik melalui rantai nilai. Mulai dari usaha mendapatkan material tersebut melalui produksi sampai pendistribusiannya.
    -Faktor Produksi
    Adapun faktor-faktor produksi sebagai berikut :
    a. Faktor sumber daya alam (physical resource).
    b. Faktor sumber daya manusia (human resouce).
    c. Faktor modal.
    d. Faktor kewirausahaan.
    e. Faktor sumber daya informasi.

    BalasHapus
  14. Nama :Ridatul latifah
    Kelas :XIBDP2
    NO. :20

    *Berikut unsur-unsur TQM
    1) Fokus pada pelanggan.
    2) Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas.
    3) Penggunaan pendekatan alamiah.
    4) memiliki komitmen jangka panjang.
    5) Pembentukan tim kerja.
    6) Penyempurnaan kualitas secara berkesinambungan. 7) Pendidikan dan pelatihan
    8) kebebasan yang terkendali.

    Faktor Produksi
    * Adapun faktor-faktor produksi sebagai berikut :
    a. Faktor sumber daya alam (physical resource)
    b. Faktor sumber daya manusia (human resouce)
    c. Faktor modal
    d. Faktor kewirausahaan
    e. Faktor sumber daya informasi

    BalasHapus
  15. Nama:Nila safitri
    Kelas:XI BDP 2
    NO.absen:16

    Menurut fandy Tjiptono definisi TQM adalah suatu pendekatan dalam menjalankan bisnis yang berupaya untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk,jasa,manusia,proses,Dan lingkungannya.

    Unsur-unsur TQM sebagai berikut
    1.fokus pada pelanggan
    2.memiliki opsesi yang tinggi terhadap kualitas
    3.penggunaan pendekatan alamiah dll.

    Faktor produksi
    Adapaun faktor-faktor produksi sebagai berikut:
    a.sumber daya Alam(physical resource)
    b.faktor sumber daya manusia(human resource)
    c.faktor modal
    d.faktor kewirausahaan
    e.faktor sumber daya informasi

    BalasHapus
  16. Nama: Yusuf baktiar
    Kelas:XI BDP 2
    NO.absen:24

    definisi TQM adalah suatu pendekatan dalam menjalankan bisnis yang berupaya untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk,jasa,manusia,proses,Dan lingkungannya.

    Unsur-unsur TQM sebagai berikut
    1.fokus pada pelanggan
    2.memiliki opsesi yang tinggi terhadap kualitas
    3.penggunaan pendekatan alamiah dll.

    Faktor produksi
    Adapaun faktor-faktor produksi sebagai berikut:
    a.sumber daya Alam(physical resource)
    b.faktor sumber daya manusia(human resource)
    c.faktor modal
    d.faktor kewirausahaan

    BalasHapus
  17. Nama: Yusuf baktiar
    Kelas:XI BDP 2
    NO.absen:24

    definisi TQM adalah suatu pendekatan dalam menjalankan bisnis yang berupaya untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk,jasa,manusia,proses,Dan lingkungannya.

    Unsur-unsur TQM sebagai berikut
    1.fokus pada pelanggan
    2.memiliki opsesi yang tinggi terhadap kualitas
    3.penggunaan pendekatan alamiah dll.

    Faktor produksi
    Adapaun faktor-faktor produksi sebagai berikut:
    a.sumber daya Alam(physical resource)
    b.faktor sumber daya manusia(human resource)
    c.faktor modal
    d.faktor kewirausahaan

    BalasHapus
  18. NAMA: NUR KHOLIS
    KELAS :XI BDP 2
    NO.ABS:17
    Strategi, Manufaktur dan Manajemen Produksi :
    Secara umum, manajemen bisnis global (internasional) meliputi dua hal, yaitu kegiatan produksi dan manajemen bahan baku.
    Produksi didefinisikan kegiatan mengubah barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sehingga dapat menambah nilai guna barang tersebut. Manajemen bahan baku adalah kegiatan mengatur (planning, organizing, actuating, controlling) penyebaran material fisik melalui rantai nilai.

    Menurut Fandy Tjiptono, definisi TQM adalah suatu pendekatan dalam menjalankan bisnis yang berupaya untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan teru-menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya.

    Unsur-unsur TQM sebagai berikut :

    1) Fokus pada pelanggan

    2) Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas

    3) Penggunaan pendekatan alamia

    G. Faktor Produksi
    Adapun faktor-faktor produksi sebagai berikut :
    a. Faktor sumber daya alam (physical resource)
    b. Faktor sumber daya manusia (human resouce)
    c. Faktor modal

    BalasHapus
  19. Nama jeins miftahul jannah
    Kls 11 bdp1
    Absen 14
    Produksi :
    Secara umum, manajemen bisnis global (internasional) meliputi dua hal, yaitu kegiatan produksi dan manajemen bahan baku. Tujuan manajemen bisnis tersebut untuk menekan biaya penciptaan nilai dan untuk melayani kebutuhan konsumen dengan baik (nilai tambah).Produksi didefinisikan kegiatan mengubah barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sehingga dapat menambah nilai guna barang tersebut. Manajemen bahan baku adalah kegiatan mengatur (planning, organizing, actuating, controlling) penyebaran material fisik melalui rantai nilai. Mulai dari usaha mendapatkan material tersebut melalui produksi sampai pendistribusia
    Berikut unsur-unsur TQM
    1) Fokus pada pelanggan.
    2) Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas.
    3) Penggunaan pendekatan alamiah.
    4) memiliki komitmen jangka panjang.
    5) Pembentukan tim kerja.
    6) Penyempurnaan kualitas secara berkesinambungan. 7) Pendidikan dan pelatihan
    8) kebebasan yang terkendali.

    Faktor Produksi
    * Adapun faktor-faktor produksi sebagai berikut :
    a. Faktor sumber daya alam (physical resource)
    b. Faktor sumber daya manusia (human resouce)
    c. Faktor modal
    d. Faktor kewirausahaan
    e. Faktor sumber daya informasi

    BalasHapus
  20. Nama:LILIK SUSANTI
    Kelas:XI Bdp 2
    No. Abs:13

    F. ) Strategi, Manufaktur dan Manajemen Produksi.
    • Manajemen bahan baku adalah kegiatan mengatur (planning, organizing, actuating, controlling) penyebaran material fisik melalui rantai nilai.
    • Menurut Fandy Tjiptono, definisi TQM adalah suatu pendekatan dalam menjalankan bisnis yang berupaya untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan teru-menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya.

    •Unsur-unsur TQM sebagai berikut .
    1) Fokus pada pelanggan
    2) Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas
    3) Penggunaan pendekatan alamiah dll.

    G. Faktor Produksi
    Adapun faktor-faktor produksi sebagai berikut :
    a. Faktor sumber daya alam (physical resource)
    b. Faktor sumber daya manusia (human resouce)
    c. Faktor modal
    d. Faktor kewirausahaan.
    e. Faktor sumber daya informasi.

    BalasHapus
  21. Nama: Eva triastuti
    Klas: XI BDP2
    No.absen: 10

    Strategi, Manufaktur dan Manajemen Produksi :
    Secara umum, manajemen bisnis global (internasional) meliputi dua hal, yaitu kegiatan produksi dan manajemen bahan baku.
    Produksi didefinisikan kegiatan mengubah barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sehingga dapat menambah nilai guna barang tersebut. Manajemen bahan baku adalah kegiatan mengatur (planning, organizing, actuating, controlling) penyebaran material fisik melalui rantai nilai.

    Menurut Fandy Tjiptono, definisi TQM adalah suatu pendekatan dalam menjalankan bisnis yang berupaya untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan teru-menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya.

    Unsur-unsur TQM sebagai berikut :

    1) Fokus pada pelanggan

    2) Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas

    3) Penggunaan pendekatan alamia

    G. Faktor Produksi
    Adapun faktor-faktor produksi sebagai berikut :
    a. Faktor sumber daya alam (physical resource)
    b. Faktor sumber daya manusia (human resouce)
    c. Faktor modal

    BalasHapus
  22. Nama :Devi saputri
    Kelas :XI BDP 2
    No.abs:06

    Berikut unsur-unsur TQM
    1) Fokus pada pelanggan.
    2) Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas.
    3) Penggunaan pendekatan alamiah.
    4) memiliki komitmen jangka panjang.
    5) Pembentukan tim kerja.
    6) Penyempurnaan kualitas secara berkesinambungan. 7) Pendidikan dan pelatihan
    8) kebebasan yang terkendali.

    Faktor Produksi
    * Adapun faktor-faktor produksi sebagai berikut :
    a. Faktor sumber daya alam (physical resource)
    b. Faktor sumber daya manusia (human resouce)
    c. Faktor modal
    d. Faktor kewirausahaan
    e. Faktor sumber daya informasi

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENATAAN PRODUK XII KD3.15 STOCK FLOOR atau PERSEDIAAN BARANG

PENATAAN PRODUK XII KD.17 EVALUASI TAMPILAN PENATAAN PRODUK

Perencanaan Bisnis X BDP 1